KOPERASI SMANDAKA

Peluang Baru dari Pelanggan

Posted on: 08/01/2011

Peluang baru dari pelanggan merupakan suatu usaha yang sadar dilakukan dengan pengamatan yang intensif dan observasi dengan menggunakan peralatan penelitian dan hitungan agar dapat diketahui peluang baru dari pelanggan dengan tepat dengan disertai contohnya.

Pengertian Pelanggan

  1. Pelanggan ditinjau dari volume pembelinya adalah seseorang yang melakukan pembelian secara berulang-ulang
  2. Pelanggan adalah seseorang atau lembaga yang menjadi anggota (member) dari sebuah kegiatan komersial, yang dibuktikan dengan kartu anggota, dengan atau tanpa membayar keanggotaan, contohnya adalah:


Perilaku Pelanggan

Peluang baru dari pelanggan dapat diketahui melalui analisis pembelian yang dilakukan pelanggan, yang dikelompokkan dari:

1.  Kuantitas:  jumlah pelanggan yang meliputi pria dan wanita

Kuantitas pelanggan, pada umumnya peluang mendapatkan pelanggan lebih banyak pada kelompok wanita, mengapa? Karena jumlah wanita lebih banyak, kebutuhan lebih beragam, lebih mudah terpengaruh oleh promosi penjualan. Misalnya potongan harga, harga murah, barang  terkini, dll.


2.  Tingkat Pendidikan:  TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi

Pembeli pada usia TK, SD, SMP, SMA Perguruan Tinggi, berikut adalah Toko yang memilih segmen pembeli usia TK, dengan perbandingan 80% dan SD 20%. Peluang dapat diciptakan untuk segmen TK, karena jumlah kelahiran di Indonesia termasuk kategori tinggi


3.  Tingkat Pendapatan:  Tinggi, menengah, rendah

Tingkat pendapatan terdiri dari tinggi, menengah, rendah Peluang baru lebih terbuka pada  tingkat pendapatan menengah dan rendah, karena Indonesia termasuk negara berkembang .


4.  Mobilitas:  Sering bepergian dari daerah pedesaan, perkotaan, pegunungan, pantai

Mobilitas seseorang yang sering bepergian dari daerah pedesaan, perkotaan, pegunungan. Dengan semakin banyaknya orang yang bepergian untuk berbagai keperluan, maka terbuka peluang untuk berusaha dalam bidang transportasi.


5.  Tingkat Kecanggihan:  Teknologi yang diinginkan

Tingkat kecanggihan, seiring kemajuan Teknologi, maka peluang untuk mendapatkan pelanggan akan terbuka lebar.


6.  Gaya hidup:  Sangat ditentukan lingkungan pergaulan

Sangat ditentukan lingkungan pergaulan, misal remaja yang sekolah di SMU di kota Jakarta, akan berbeda gaya hidupnya dengan pelajar di kota kecil, karena Jakarta menyediakan berbagai fasilitas kehidupan yang berbeda dengan kota lainnya


7.  Periode waktu:  pagi, siang, sore, malam / harian, mingguan, bulanan, tahunan

Pagi, siang, sore, malam / harian, mingguan, bulanan, tahunan. Sebuah keluarga akan berbeda-beda pola waktu pembeliannya, tergantung pada tingkat penghasilan, kesibukan kerja, dan kebutuhan masing-masing kelurga.


8.  Agama/kepercayaan:  Islam, Kristen, Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dll

Agama/kepercayaan: Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, Kong Hu Chu. Peluang dapat diciptakan dengan melayani kebutuhan ibadah, bagi masing-masing pemeluk agama, misal:


9.  Rentang usia:  usia bayi, anak, remaja, dewasa, orang tua

Contoh, sumber pembelian dari segi rentang usia yaitu, usia bayi, anak, remaja, dewasa, orang  tua. Kebutuhan akan produk setiap orang, akan mengacu pada pola komsumsi yang diperlukan sesuai dengan usianya.


10. Level jabatan:  manajer, kepala bagian, sampai bagian kebersihan

Level jabatan: Manajer akan mempunyai kebutuhan yang ….


11. Lokasi:  toko tempat pelaksanaan pembelian

Lokasi: Tempat pelaksanaan pembelian, bisa di pasar yang modern seperti mall, atau pasar tradisional, atau ruko, yang memiliki kelompok pembeli masing-masing.


12. Asal pelanggan:  individu, keluarga, organisasi (club), lembaga pemerintah/swasta

Asal pelanggan (permintaan) : Contoh, tabel asal pelanggan pembelian sebuah produk “X” dalam %


Perlindungan Konsumen

UU No. 8 Tahun 1999

Tentang perlindungan konsumen, pada pasal 5, tentang kewajiban konsumen adalah:

  • Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan  barang/atau
    jasa, demi keamanan dan keselamatan
  • Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang atau jasa
  • Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
  • Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patuh

Contoh yang dilakukan produsen mesin cuci dalam melindungi konsumen dari kerugian akibat pemakaian mesin cuci.


Tentang perlindungan konsumen, pada pasal 7, tentang hak konsumen, yaitu:

  • Atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang/jasa
  • Untuk memilih barang dan jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan
  • Atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan keamanan barang dan jasa
  • Untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan jasa yang digunakan
  • Untuk mendapatkan advokasi perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen
    secara patut
  • Untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen
  • Untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
  • Untuk mendapatkan kompensasi ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan jasa
    yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya
  • Hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya

Tentang perlindungan konsumen, pada pasal 7, tentang kewajiban pelaku usaha, yaitu:

  • Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya
  • Memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang/jasa serta
    memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan
  • Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
  • Menjamin mutu barang dan / atau jasa yang diproduksi dan / atau diperdagangkan berdasar ketentuan
    standar mutu barang dan /atau garansi atas barang yang dibuat dan /atau yang diperdagangkan
  • Memberi kompensasi, ganti rugi dan /atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian
    dan pemanfaatan barang dan /atau jasa yang diperdagangkan
  • Memberi kompensasi, ganti rugi dan /atau penggantian apabila barang dan /atau yang diterima atau
    dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian



Tentang perlindungan konsumen, pada pasal 7, tentang hak pelaku usaha, yaitu:

  • Untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang
    dan /atau jasa yang diperdagangkan
  • Untuk mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak baik
  • Untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum sengketa konsumen
  • Untuk rehabilitas nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan
    oleh barang dan /atau jasa yang diperdagangkan
  • Hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya

(Sumber: http://www.e-dukasi.net/)

2 Tanggapan to "Peluang Baru dari Pelanggan"

terimakasih…

bagus sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kopsis Smandaka Ok! 0233-284501

Prima dalam layanan . . .

Januari 2011
S S R K J S M
« Des   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Motto Anggota:

"Belanja seperlunya saja, menabung satu amalan. Belanja dan nabung di Koperasi milik sendiri, Kopsis Smandaka"

Arsip Tulisan

Pos-pos Terbaru

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email (surel).

Bergabunglah dengan 5 pengikut lainnya

Terimakasih Atas Kunjungan Anda

  • 67,780 pengunjung
%d blogger menyukai ini: